Yayasan

Gambaran  Umum Obyek Program

  1. Kondisi Geografis  dan gambaran umum desa Tombo

Desa Tombo terletak didaerah kawasan pegunungan Dieng, berada diwilayah Kecamatan Bandar Kabupaten Batang Jawa Tengah.Desa ini terletak pada ketinggian 700 sampai 1500 dpl. Desa ini merupakan daerah pertanian yang sangat potensial. Desa Tombo merupakan  salah satu dari ribuan desa yang ada di Indonesia. Sebagaimana lazimnya kawasan pedesaan, desa Tombo terletak di daerah pegunungan yang geografisnya  adalah kawasan hutan yang kaya dengan sumber daya alam. Namun, karena kesalahan sistem pengelolaan dan penguasaan sumber daya alam, mengakibatkan setumpuk tantangan bagi masyarakat desa Tombo.Dari luas desa yang hampir 900 hektar, warga desa hanya memiliki sekitar 200 hektar saja (kawasan pemukiman dan lahan pertanian). Selebihnya dikelola Perhutani dan PTPN, dan yang menambah tantangan adalah pengelolaan lahan yang dikuasai Perhutani dan PTPN tidak memenuhi ukuran kelestarian.

Lahan yang semestinya menjadi penyangga, ternyata dijadikan kebun dan hutan produksi dengan tanaman pinus yang tidak memenuhi standar wilayah penyangga, yang ternyata tidak dapat menampung air.Akibatnya  sumber mata air semakin berkurang dan banyak yang mati. Sistem bagi hasil Perhutani dengan masyarakat juga jauh dari keadilan sehingga terjadi pemiskinan dan pembodohan yang terstruktur dan berkepanjangan.Pada lahan PTPN juga demikian, kawasan yang seharusnya dijadikan kawasan lindung bagi daerah tangkapan air, ditanami pohon teh. Akibatnya sumber air menjadi sangat langka sedangkan lahan sawah para petani hanya bisa mengandalkan air hujan (sawah tadah hujan) dan hanya bisa ditanami padi satu tahun sekali.

Kondisi masyarakatnyapun tidak lepas dari buruh tani, yaitu sebagai penggarap lahan perhutani dan menjadi buruh di PTPN. Disamping itu, letak geografisnya yang jauh dari kota Kecamatan, mengakibatkan akses ekonomi sangat sulit untuk ditempuh, hal ini berdampak kepada penghasilan masyarakat.

2. Kondisi sumber daya desa

a. Sumber Daya Alam

Kekayaan sumber daya alam desa Tombo tergolong melimpah untuk ukuran desa dikabupaten batang. Desa seluas 970 hektar terbagi atas hutan lindung?, hutan produksi?, perkebunan PTPN?, pemukiman?. dua buah sungai besar tiga sungai sedang,? Mataair

b. Sumber Daya Buatan sebagai sarana pendukung  yang telah di buat untuk memudahkan aktifitas

Jalan yang menghubungkan desa dengan desa lain, jalan antar dusun, Balai Desa. Kantor Desa, Masjid, Mushola, TBM, Pon – Pes, MTs, Madin, SD, TK, Saluran air bersih, Pabrik, Pos Kamling, Gardu ladang, dan lain – lain.

  1. Sumber daya sosial organisasi atau kelompok di desa.

Karang Taruna, P.S Gondomono, Pecinta Alam PETAPA, LMDH, Pemerintah Desa, Pengurus Tempat – tempat Ibadah, Pengurus Lembaga Pendidikan, Karyawan PTPN, Ibu – ibu PKK, Jamaah Tahlil Bapak – bapak, Jamaah Tahlil Ibu – ibu, Jamaah Tahlil Ar – Rasta, Kelompok Royongan, dengan segala sumber daya yang dimiliki adalah modal besar untuk menopang semua kegiatan jika semuanya dikelola dan berfungsi maksimal tentang pengelolaan dan peran lembaga sosial akan diterangkan di bagian selanjutnya.

D. Sumber daya manusia yang tersedia di desa

Jumlah penduduk dan profesi lihat geliat rakyat

  1. Kondisi Ekonomi desa Tombo

Seperti diuraikan diatas, idealnya masyarakat Tombo adalah bisa menjadi masyarakat petani mandiri yang mengelola lahan dan dapat menghasilkan sesuatu yang bisa untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun karena keterbatasan lahan akhirnya mau tidak mau masyarakat harus rela menjadi tamu di negerinya sendiri.  Bagaimana tidak, sumber daya alam yang dikelola oleh PTPN dan Perhutani hasilnya sama sekali tidak untuk masyarakat. Mereka hanya bekerja sebagai buruh dan menonton saja. Hal ini berakibat buruk bagi kondisi ekonomi di Tombo dengan pendapatan perkapita rata – rata 500 ribu pertahun. Dampak ekonomi dari hal ini adalah petani tidak bisa mengandalkan sawahnya sehingga kebanyakan masyarakat mengandalkan penghasilan dari buruh. Tiga puluh persen (30%) warga di pinggiran hutan adalah petani tanpa lahan. Mereka kebanyakan sebagai petani penggarap di lahan perhutani dan rata-rata hanya memiliki tanah sebatas rumah berukuran 5×8 meter.

  1. Kondisi Pendidikan Masyarakat  Tombo

Kemiskinan tidak bisa lepas dari kebodohan. Kondisi masyarakat yang miskin akan berakibat masyarakatnya menjadi bodoh. Hal inipun terjadi di Tombo. Pada tahun 2001 ke bawah dari rata – rata siswa lulusan Sekolah Dasar sejumlah 40 anak yang berkesempatan melanjutkan adalah 10 % nya saja .Itupun banyak sekali yang putus ditengah jalan. Hal ini berdampak sangat serius pada sektor ekonomi. SDM yang rendah tentunya tidak bisa menopang kebutuhan ekonomi yang semakin melangit. Karena rata – rata masyarakat hanyalah lulus SD,  maka ketika berhadapan dengan kondisi lingkungan desa Tombo yang demikian itu, mereka terpaksa pasrah menjadi buruh di PTPN atau sebagai petani penggarap lahan perhutani,Lebuh mengerikan lagi adalah angka urbanisasi yang sangat tinggi. Anak – anak usia produktif yang seharusnya sekolah dan berkarya, harus lari ke kota untuk sekedar bertahan hidup. Karena kondisi SDM mereka yang minim, hidup dikotapun tidak bisa mempunyai nilai tawar yang lebih. Lagi-lagi mereka hanya bisa menjadi kuli atau pembantu rumah tangga. Rangakaian lingkaran setan yang berkepanjangan ini membutuhkan sebuah tekad yang serius untuk memutusnya. Keadaan yang semacam ini membawa dampak yang serius bagi warga desa Tombo yaitu kemiskinan. Pemarginalan masal ini menjadikan anak sebagai korban. Pada usia yang seharusnya masih menikmati pendidikan, mereka (anak –anak) harus bekerja keras membantu orang tua mencari nafkah dan tidak sedikit anak desa yang terlantar di kota karena tidak mendapatkan pekerjaan, kalaupun mendapat pekerjaan, hanyalah sebagai pekerja tanpa nilai tawar.

Urbanisasi tidak akan terjadi jika anak desa memiliki bekal  pengetahuan pengelolaan sumber daya alam desa. Hal inilah yang menimbulkan tantangan bagi kita semua untuk mencarikan jalan keluar.

  1. Kemampuan Memenuhi Kebutuhan Hidup

Kondisi lahan pertanian garapan yang berupa ladang dibawah tegakan pinus hanya bisa sebagai tanaman campuran dan sebagian kecil lahan hak milik sawah tadah hujan,  mata pencaharian buruh, dan SDM rendah tentunya berakibat dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Rata – rata dari penduduk desa tombo kondisi perumahannya masih sederhana. Rata -rata berlantai tanah dan atap dari seng.  Mereka yang mempunyai tempat tinggal bagus adalah para cukong tanah dan orang – orang yang merantau. sedangkan yang hanya mengandalkan usaha pertanian dan buruh untuk memenuhi kebutuhan pangan saja masih sangat susah. Lebih – lebih usaha pemenuhan kebutuhan pendidikan. Rata – rata tahun 2003 dan sebelumnya, anak – anak di Tombo hanya terbatas pada lulusan SD saja, akibatnya perlakuan terhadap mereka dimasyarakat(elit desa) kurang dihargai dengan dalih ber SDM rendah, Keadaan ini ditunjang pula dengan pola kehidupan sosial masyarakat yang masih membedakan antara golongan pegawai, ningrat dan orang kaya. Sementara itu pengaruh dari dunia luar yang sangat signifikan adalah pola hidup konsumtif, sementara keadaan ekonominya tidak mendukung.

  1. Kesadaran Dan Usaha Untuk Memenuhi Kebutuhan

Keadaaan di atas tidak membuat orang Tombo berpangku tangan. Berbagai pengalaman dan peristiwa akhirnya menggugah kesadaran mereka untuk berbuat sesuatu, yaitu dengan jalan mengadakan rempug – rempug antar warga, silaturohim dan musyawarah tentang keadan desa, memperbanyak  teman serta mencari informasi dari dunia luar.

Adapun basis sumber daya alam yang sangat mendukung usaha yang dilakukan adalah; Pertama, melakukan pengelolaan sumber daya alam secara maksimal dengan tidak mengesampingkan fungsinya, baik secara ekologis, dan hidrologis. Kedua, melakukan uji coba tanaman yang produktif dan dapat menghasilkan. Ketiga, mendirikan sarana pendidikan baik formal maupun non formal. Keempat bekerjasama dengan pihak – pihak yang berkepentingan (sesama masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan maupun Lembaga non Pemerintah).

  1. Hambatan Yang Dijumpai

Usaha yang dilakukan orang desa dalam mengelola desa  bukannya berjalan tanpa hambatan. Kalau kita menganggap sebuah hal adalah hambatan maka dari sudut yang lain hambatan itu adalah sebagai pekerjaan yang menanti ahlinya untuk digarap.kelemahan yang ada atau lebih sering disebut masalah merupakan target dari sebuak projec disamping hasil turunannya yang berupa imbas dari sebuah aksi. Lumayan juga jika masalah itu dihitung, namin dari sekian masalah yang ada jika diteliti lebih lanjut hanya ada beberapa masalah pokok saja dan masalah pokok itu bisa kita pilih menjadi tempat setrategis untuk konsen dalam melakukan program. Masalah yang menantang untuk disentuh dan merupakan pokok dari seluruh problem ada empat. Pertama perhatian pemerintah terhadap rakyat kurang, kedua sdm masyarakat desa rendah, ketiga pendapatan masyarakat umumnya rendah, keempat masarakat tidak melakukan tata ruang sehingga berakibat pada kerusakan sumber daya alam. Dari keempat masalah itupun sebenarnya berat juga jika dikerjakan sendirian dan tanpa perhitungan dan perencanaan yang matang.

.Hambatan itu berupa sumber daya manusia yang rendah, perhatian pemerintah kurang, pendapatan rendah letak geografisnya yang sulit dijangkau,dan tidak punya akses kedunia luar. Hal ini sangat berpengaruh sekali terhadap cita – cita dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat desa Tombo.

Jika kita coba untuk sedikit mengupas  maka akan terlihat ;  perhatian pemerintah terhadap rakyat kurang, berakibat pada pasar . karena pasar tidak bisa dijadikan sarana maka berakibat  harga jual komoditi pertanian rendah dan ini berpengaruh langsung pada pendapatan dan perekonomian warga . karena perekonomian warga lemah berdapak pada tiga masalah lanjutan pertama masyarakat tidak mampu menyekolahkan kedua biaya pengobatan mahal ketiga perilaku negatif dengan melakukan perambahan sda secara ngaweur.

Pada sisi yang lain kurangnya perhatian pemerintah terhadap rakyat menyebabkan sistem pendidikan tidak baik sehingga ini berakibat pada mahalnya biaya sekolah  kurikulum pendidikan tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat dan sekolah tidak lagi bermutu dan secara langsung sdm rakyat rendah.Sumber daya manusia yang rendah mengakibatkan tidak maksimalnya pengelolaan sumber daya yang ada, sehingga hasilnyapun tidak maksimal.

Yang ketiga rendahnya pendapatan masyarakat, masalah ini adalah dari dampak masalah lain Cuma yang paling dekat kerusakan sda ,pasar, upah buruh. Ekonomi yang berkaitan dengan buruh. Pemerintah kurang memperhatikan rakyat, uu buruh tidak memihak pada buruh, perusahaan penguna tenaga kerja jadi semena-mena, upah buruh jadi rendah, pendapatan buruh rendah,pendapatan masyarakat rendah, ekonomi lemah.

Pada ekonomi yang berkaitan dengan sda adalah;

Kerusakan lingkungan hutan dan daerah tangkapan air yang berkaitan pada pertanian sewaktu perubahan hutan menjadi perkebunan ptpn dan hutan pinus yang keduanya kurang memenuhi syarat ditambah lagi masyarakat tidak biberi tanggung jawab dalam pengelolaan hutan sehingga  pemqanfaatan hutan menjadi kacau dan kerusakan tidak terkontrol oleh warga.

Pemerintah kurang memperhatikan rakyat, kebijakan berpihak pada PTPN dan Perhutani, penguasaan lahan oleh perhutani dan ptpn, lahan garapan tidak mencukupi ,hasil panen sedikit,ekonomi masyarakat menjadi lemah, masyarakat tidak bisa menikmati pendidikan yang bermutu adalah kejadian yang terus berlangsung sejak jaman kolonial.

Pada ekonomi yang berkaitan dengan pasar.

Pemerintah kurang memperhatikan rakyat, pemerintah tidak mampu mengendalikan pasar, pasar dikuasai mcukong,petani tidak bisa menentukan harga, harga jual hasil tani murah, pendapatan masyarakat rendah, ekonomi secara umum lemah.

Letak geografisnya yang dipelosok berakibat pada hasil produk pertanian yang harganya sangat rendah dan biaya hidup (pangan, sandang dan papan) sangat tinggi. Tidak punya akses keluar mengakibatkan masyarakat luar desa tidak ada yang mengenalnya, kerjasama dengan pemerintah maupun lembaga – lembaga lain baru sedikit. Disisi lain kesulitan ekonomi mengakibatkan pula masyarakat ada yang berperilaku negatif, yaitu melakukan penebangan liar (illegal loging) dikawasan hutan lindung. Hal ini dalam jangka panjang akan berakibat sangat buruk terhadap kebutuhan air konsumsi rumah tangga maupun pengairan, juga pada tingkatan konservatifnya.

.

Kesehatan ada kaitan dengan letak geografis.

Daerahnya terpencil, kurang diperhatikan pemerintah, transportasi sulit, pembangunan terhambat, daerah tertinggal, sarana kesehatan tidak mecukupi, biaya pengobatan mahal.

Masalah yang saling berkaitan dan sangat lengkap membentuk lingkaran misterius seolah benang kusut akan susah mencari ujung pangkalnya. Maka Pada ahirnya terlihat dari mana kami harus menentukan tempat memulai program. Agar tidak terjadi kesalahan dan kelambatan penanganan kasus.

KEGIATAN &  PROGRAM  YAYASAN DAAR eL NAFI’ (produk)

Hingga saat ini bendera kami adalah kegiatan kemanuiaan dengan menitik beratkan pada sektor pendidikan baik formal maupun non formal, pelestarian lingkungan,  perbaikan tingkat ekonomi yang kesemuanya dengan pendekatan modal sosial(social capital). kedepan gagasan kami sampai pada tingkat advokasi dimana kebutuhan dan peningkatan tanggung jawab lembaga adalah semakin bervariasi.

1. Bentuk – bentuk Kegiatan

Kegiatan yang telah dilakukan oleh Yayasan DAAR eL NAFI’ ada berbagai jenis, yang kesemuanya merupakan satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, karena merupakan satu kesatuan rantai kehidupan terutama di desa Tombo.

Dilihat dari waktunya kegiatan ada dua jenis, yaitu kegiatan yang  terencana dan kegiatan tanggap darurat.

A. Kegiatan yang terencana

a.  Menyelenggarakan Pendidikan  formal yang murah (MTs. Daarul Ishlah & SMA Alternatif )

b.  Menyelenggarakan Pendidikan dasar agama (Madrasah Diniyyah Dian Nafi’ dan Madrasah Diniyyah Al Anwar)

c.  Menyelenggarakan Pendidikan Agama (Pondok Pesantren Daarul Ishlah)

d.  Menyelenggarakan Sarana belajar non formal (Perpustakaan umum LENTERA)

e.  Membiayai siswa / santri dari keluarga kurang mampu

  1. Pelestarian Lingkungan / penanaman pohon didaerah mata air (LENTERA)

Melakukan swausaha pertanian dan peternakan

Kegiatan penggalian dana dan alokasi

Tujuan dari kegiatan yang dilakukan oleh DAAR eL NAFI’ berupa penggalian dana dan pengadaan unit unit produksi dibidang pertanian adalah :

  1. Meringankan beban fakir miskin dalam memenuhi hajat kehidupannya yang paling mendasar (sandang, pangan, papan dan pendidikan)
  2. Membantu siswa dari keluarga miskin untuk dapat memeperoleh kesempatan pendidikan yang lebih tinggi
  3. Meringankan beban anggota masyarakat yang terkena musibah
  4. Memfasilitasi masyarakat dalam kaitannya dengan program dibidang pendidikan, sosial dan kemanusiaan
  5. Pembiayaan kampanye dan monitoring kawasan

f.    Pengadaan sarana pendukung program

B. Kegiatan Tanggap darurat

  1. a.      Memberikan bantuan kebutuhan sembako dan bantuan pemugaran rumah bagi janda janda miskin (Forum Peduli Dhuafa’)
  2. b.      Memberikan bantuan pembiayaan berobat di Rumah Sakit  ( Organisasi Gondomono)
  3. c.      Pengelolaan hutan yang arif (bersama-sama)
  4. d.      Menghimpun dana dari para donatur tidak tetap untuk mem back up sebagian kegiatan.

Dalam bidang pendidikan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan, motivasi  serta  dorongan positif terhadap lembaga – lembaga pendidikan yang sudah berkembang di desa Tombo agar kwalitas lembaga – lembaga tersebut lebih meningkat disamping itu kegiatan yang telah dilakukan juga bertujuan memberikan kesempatan  kepada warga desa Tombo untuk sadar tentang pentingnya pendidikan dan berkesempatan untuk mengenyam pendidikan kejenjang yang tinggi serta peningkatan kwalitas Sumber Daya Manusia pada umunya. Disisi lain ketika masyarakat terdidik maka kesadaraan akan peduli terhadap lingkungnnya pun akan bertambah baik.

Diharapakan dampak yang sangat signifikan yang timbul dari berbagai kegiatan adalah terwujudnya generasi dan kelompok masyarakat yang mandiri dalam arti mereka tidak terlalu bergantung pada orang lain baik segi ekonomi maupun peningkatan kwalitas sumber daya manusianya, kemudian secara langsung angka urbanisasi akan berkurang karena mereka mampu hidup dari dan untuk desanya sendiri. Disamping itu ketika kebutuhan ekonominya sudah terpenuhi maka kegiatan perusakan lingkungan dan pelanggaran hukumpun akan semakin berkurang.

Masayarakat sering berkumpul, sering diskusi, sering musyawarah maka akan terwujud rasa solidaritas ukhuwwah yang tinggi sehingga jati diri sebagai orang desa akan kelihatan, tidak mudah terpengaruh oleh dunia luar serta mandiri.

Dalam kegiatan ekonomi ketika masyarakat sudah mampu mengorganisir diri dalam kegiatan usaha produktif sampai ketingkat pemasaran dann menjadi tuan rumah didesa sendiri, maka akan terwujud system ekonomi yang tidak rentan dan mudah terpengaruh oleh pasar ekonomi global, serta dapat mendidik masyarakat untuk tidak berperilaku konsumtif.

3. Kondisi Riil Kegiatan yang telah dilakukan

Mensikapi kondisi pendidikan yang belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan jauh dari jangkauan petani penggarap dan buruh kasar.

a.  Pondok Pesantren Daarul Ishlah

Pesantren Daarul Ishlah adalah pesantren yang di dirikan oleh almarhum Al,Ustadz Yarman Hadi Zein dan istrinya Siti Nurjanah pada tahun 2000. pada awal berdirinya  pesantren ini hanya berniat memfokuskan pada pendidikan salaf (tradisional) namun karena permintaan sebagian masyarakat desa Tombo akhirnya didirikan pula MTs. sehingga pada praktek pengajarannya semi pesantren Modern, dengan menekankan bahasa sebagai alat percakapan sehari hari dan pembekalan ketrampilan mengelola sumber daya sebagai acuan kegiatan ekstrakurikuler.

1. Keadaan sekarang

a. Santri

Santri pesantren Daarul Ishlah sekarang adalah 150 (seratus lima puluh) orang di bagi menjadi dua bagian

1. santri mukim ada 40 (empat puluh)

2. santri kalong 110 (seratus sepuluh santri)

b. Ustadz /guru

Ustadz yang mengajar di Pesantren Daarul Ishlah adalah putra desa tombo dengan latar belakang pesantren yang berbeda beda, berjumlah 6 orang.

c. Bangunan

Kondisi asrama  sudah cukup untuk menampung santri putra 30 santri, sedangkan asrama santri putri masih di kediaman Ibu Nyai, perlengkapan kamar mandi, perpustakaan, lahan belajar pertanian  lapangan olahraga serta dapur umum sudah ada, meskipun keadaannya masih semi permanen.

Ada kelebihan yang dimiliki oleh pesantren dan hal ini sama dengan lembaga pendidikan lain yang di kelola oleh  Yayasan Daar eL Nafi’ adalah setiap kegiatan pembangunan selalu dikerjakan bersama antara Pengurus, Wali santri dan masyarakat. Hal ini mempunyai nilai lebih, disamping irit dalam anggaraan, melestarikan budaya gotong royong serta memberi pendidikan kepada masyarakat secara umum bahwa semua lembaga pendidikan yang dikelola oleh yayasan adalah milik masyarakat. Dampak kedepan adalah munculnya generasi yang siap untuk meneruskan kegiatan lembaga dan kebutuhan kebutuhan fisik maupunnon fisik dari pesantren menjadi tanggung jawab bersama.

d. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran di Pesantren Daarul Ishlah adalah sebagaimana umumnya pesantren lainnya, dimulai shubuh sampai malam jam sepuluh malam, dengan jeda istirahat waktu sholat dan makan. Di Pesantren Daarul Ishlah  setiap santri dididik untuk belajar mandiri dengan menyiapkan makan, mencuci serta aktifitas lainnya secara mandiri, baik dikerjakan secara perorangan maupun kelompok. Santri putri bertugas untukk memasak serta kebersihan dapur, sedangkan santri putra kegiatan rutinnya adalah mencari kayu bakar, kebersihan halaman, pekarangan serta pertanian. Di pesantren juga ada kegiatan pengajian untuk masyarakat umum setiap malam senin, disampingitu juga kegiatan kegiatan peringatan hari besar agama islam juga dilaksanakan bekerjasama dengan masyarakat.

2. Tantangan yang dihadapi

Dalam pengelolaannya masih banyak tantangan yang dihadapi oleh lembaga ini dan pesantren pada umumnya, yaitu  kurangnya perhatian dari pemerintah yang masih meng “anak tirikan” pendidikan semacam ini yang dianggap sebagai pendidikan “non formal” sangat mengganggu, sehingga animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya kepesantren sangat rendah, hal ini berdampak buruk pada dukungan dari masyarakat dan pemerintah desa. Disamping itu penanaman ideology yang menganggap bahwa ijasah adalah segala galanya telah merusak struktur cara pandang masyarakat bahwa belajar adalah mencari ilmu, bukan mencari ijasah.

Keadaan ekonomi orang tua juga berpengaruh besar terhadap pendidikan anaknya yang imbasnya sampai juga di Pesantren Daarul Ishlah, banyak santri yag keluar dari pesantren dengan alasan “tidak ada biaya lagi”, hal inilah yang kemudian menjadi salah satu agenda besar bagi Pesantren Daarul Ishlah kedepan

3. Rencana kedepan

Rencana kedepan Pesantren Daarul Ishlah adalah disamping menjadikan pendidikan agama serta bimbingan akhlak sebagai pokok kegiatan, juga  pendidikan lingkungan yang berbasis sumber daya alam desa sangat ditekankan kepada para santri dengan harapan bahwa lulusan kedepan dapat menjadi insan yang multiguna, dengan berbekal kearifan ajaran agama dan adat budaya masyarakat desa.

Disisi lain, Pesantren Daarul Ishlah juga mengutamakan kegiatan bantuan kepada santri dari keluarga kurang mampu sehingga dapat  menjadi sarana belajar yang dapat membantu masyarakat kurang mampu dengan biaya murah tapi tidak murahan, .

4. Dampak Program

Dampak yang di diharapkan dari program Pesantren Daarul Ishlah kedepan adalah  banyaknya anak yang berasal dari keluarga kurangmampu dapat tertampung disisni, sekaligus dapat mengenyam pendidikan Pesantren sekaligus MTs, sehingga mutu Sumber Daya Manusia didesa Tombo dan sekitarnya secara umum dapat ditingkatkan.

Bagi Pesantren Daarul Ishlah sendiri dengan adanya model lembaga pendidikan seperti ini diharapkan dukungan baik dari pemerintah, masyarakat dan dunia pendidikan akan semakin bertambah. Sehingga kedepan tujuan percepatan pembangunan SDM didesa Tombo akan segera terwujud.

  1. b. Madrasah Diniyyah DIAN NAFI’

Sejarah Madrasah Diniyyah Dian Nafi’ didirikan  pada tahun 2000 oleh Ustadz Ali Rochman , dengan meminjam  gedung TK IDHATA Desa Tombo sebagai tempat kegiatannya.

Pada awalnya Madrasah Diniyyah ini  hanya memiliki 4 siswa dan masih dikelola sendiri oleh Ust. Ali Rochman. Melihat hal tersebut, teman-teman dari PETAPA  Sebuah komunitas para pecinta alam di desa Tombo saat itu berinisiatif untuk membantu proses keberlangsungannya kegiatan ini dengan melibatkan seluruh masyarakat di Desa Tombo.

Tantangan pengurus Madin saat itu adalah menarik minat anak-anak usia SD untuk mengikuti pendidikan di Madin Dian Nafi’, dan juga membangkitkan kesadaran orang tua khususnya warga di Desa Tombo akan pentingnya pendidikan agama bagi putra putri mereka.

Kekuatan/kelebihan (diperbaiki)

Kekuatan Madrasah Diniyyah Dian Nafi’ terletak pada dukungan sebagian besar masyarakat yang cukup tinggi pada saat ini. Pola pikir masyarakat desa Tombo yang dulunya dapat dikatakan ambivalen terhadap hal – hal yang berbau agama, dengan munculnya kegiatan Madrasah ini dapat terkikis sedikit demi sedikit. Hal itu dibuktikan  ketika  pada tahun 2001 PETAPA,  pengurus Madin Dian Nafi’, beserta seluruh masyarakat desa Tombo bersama beberapa elemen kekuatan di masyarakat berinisiatif untuk mendirikan sebuah gedung untuk kegiatan belajar Madrasah Diniyah, ternyata animo masyarakat sangatlah besar sehingga dapat dalam waktu kurang dari satu tahun pembangunan gedung 2 lokal ini dapat dirampungkan, yang mana hal itu belum pernah terjadi di desa Tombo yaitu merencanakan sebuah kegiatan bersama dengan dana yang bersumber dari swa daya murni.

Namun pada perkembangannya bangunan tersebut belum mampu menampung seluruh siswa yang ada, oleh karena itu pada tahun 2006 pengurus Madin Dian Nafi’ kembali mendirikan gedung baru (2 lokal) , serta satu bangunan kantor..

Ternyata proses dan cara yang dirintis dalam pendirian gedung Madrasah ini dapat menumbuhkan kembali ciri khas yang melekat pada warga desa yaitu gemar bergotong royong yang selama ini dapat dikatakan hilang karena pengaruh kehidupan kota  yang syarat dengan ke’ego’annya. Sehingga pada waktu – waktu berikutnya semua kegiatan di desa Tombo yang bersifat sosial diharapkan  seluruhnya dapat diselesaikan dengan swa dana dan swa daya .

Proses di atas membuktikan bahwa sebuah kegiatan yang dikelola oleh masyarakat tentu memiliki keunggulan dibanding milik pemerintah; Pertama, gagasan dan perencanaan oleh orang yang memiliki kegiatan,jadi disesuaikan dengan kebutuhan, target hasil dan kontrol sangat ketat karena masyarakat akan melakukan evaluasi dan perbaikan dalam jangka waktu yang tak terbatas.

Kedua, penempatan tenaga ahli terbebas dari unsur keterpaksaan karena setiap orang yang terlibat adalah yang simpatik atau suka dengan kegiatan tersebut. Ketiga, sangat sulit terjadi KKN karena Dian Nafi’ adalah kegiatan sosial dan pelaksana program adalah orang yang punya militansi kuat. Keempat, tidak ada campur tangan secara langsung dari pemerintah dan kalangan politik sehingga perjalanan bisa stabil.

Kelemahan (diperbaiki)

Disisi lain dalam menopang eksistensi  kegiatan di Madrasah ini masih terdapat beberapa kelemahan, antara lain Madrasah Diniyyah Dian Nafi’  baru memiliki sumber dana yang masih sedikit sehingga untuk pembiayaan program masih mengandalkan iuran dan donatur yang barang tentu sangat tergantung kebaikan hati para dermawan tersebut.

Peluang

Sebenarnya Madin Dian Nafi’ dimasa mendatang sangatlah mungkin untuk berkembang lebih baik lagi karena melihat jumlah anak-anak yang berusia Sekolah Dasar masih banyak yang belum mengikuti pendidikan di Madrasah. Hal ini karena memang kesadaran orang tua yang masih kurang, sementara SDM di desa Tombo masih cukup memadai karena masih banyak alumni Pondok Pesantren yang belum secara langsung terlibat di Madrasah ini.

Jika  Allah mengijinkan, rencana kedepan adalah  menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan formal lain seperti Sekolah Dasar  dan Taman kanak kanak  , sehingga terjadi sinkronisasi antara pendidikan agama di Sekolah Dasar / TK  dengan pendidikan agama di Madin , kemudian juga pendidikan agama di MTs. Daarul Ishlah. Adapun tehnisnya adalah dengan meminta bantuan pengajar di TK / SD untuk menghimbau / mewajibkan kepada siswanya agar mengikuti pendidikan di Madrasah atau meminta agar Sekolah Lanjutan menyaratkan bagi setiap calon pendaftar untuk melengkapi berkas pendaftaran dengan ijazah Madrasah Diniyyah. Sebaliknya , bagi SD/TK dengan adanya kerjasama tersebut , maka mata pelajaran agama di SD akan lebih baik. Sedangkan untuk pendanaan, peluang yang paling mungkin adalah dengan mendirikan unit usaha dengan memanfaatkan potensi desa secara maksimal misalnya pertanian, peternakan dan lain-lain.

Hambatan

Dari peluang dan kelebihan tersebut ada juga beberapa faktor yang menjadi hambatan antara lain; masih ada beberapa warga masyarakat yang belum mendukung kegiatan ini jadi jika ada rencana kegiatan mereka suka memprovokasi untuk menggagalkan kegiatan, pemerintah desa juga tidak mendukung sehingga bagi orang yang kurang ngerti tentang pentingnya kegiatan ini beranggapan bahwa sesuatu yang bukan dari pemerintah adalah salah. Karena minimnya pengetahuan orang desa, mereka  masih beranggapan bahwa pemerintah adalah segalanya. Sampai saat inipun hubungan antara lembaga pendidikan formal yang ada di sekitar Madin dengan Madin Dian Nafi’ belumlah sinergis, karena antara lembaga – lembaga tersebut belum ada kurikulum belajar maupun tujuan yang saling mendukung secara jelas.

Tantangan

Untuk merealisasikan harapan tersebut diatas, kami harus mampu menyusun program kurikulum belajar yang saling mendukung serta memiliki keterkaitan yang tinggi. Disisi lain pihak pengurus juga  harus dapat  mengupayakan sumber dana dan unit usaha dan menjalin hubungan baik yang lebih luas lagi di lingkungan Ds. Tombo maupun diwilayah lain.

  1. c. Madrasah Diniyyah AL – ANWAR

A. PROFIL

Nama Madrasah         : Madrasah Diniyyah  Al – Anwar

Alamat                         : Dukuh Centuko Desa Tombo Kecamatan Bandar

Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah.

Tahun Berdiri              : 2004

Kepala Madrasah       : Ustadz Bisri Musthofa

Status Tanah              : Wakaf

Luas Tanah                 : 30 x 11 m

Status Bangunan        : Milik sendiri

Luas Bangunan           : 12 x 6 m

Jumlah Rombel          : 5

Jumlah Ruang            : 2

Jumlah Ustadz           : 8

Jumlah Santri              : 63 Orang

Kekuatan / Kelebihan

Dukungan masyarakat di susun centuko terhadap keberadaan madrasah diniyyahin cukup baik, terbukti dengan  gotongroyong dan swadaya masyarakat yang masih terus berjalan demi kelancaran kegiatan madrasah. Disampingitu keberadan madin yang dipelosok juga sangat jauh dari pengaruh iklim perkotaan, baik anak muda, remaja maupun budayanya, sehingga sangat baik untuk mengembangkan pendidikan agama, terutama untuk anak anak kecil usia sekolah dasar.

Kelemahan

Namun kegiatan di Madrasah ini belumlah cukup kalau hanya sebatas dukungan semangat tanpa diimbangi dengan dukungan materi. Karena fasilitas yang sudah ada, baru dapat terbagi menjadi 2 ruang belajar dan tidak dapat menampung santri yang semakin banyak dan terdiri dari 5 rombongan belajar .

Disamping itu, saat ini pengurus Madrasah Diniyah Al – Anwar belum melakukan tindakan dan kebijakan yang dapat menunjang keberlangsungan dari kegiatan , jadi untuk penanggung jawab kegiatan sepenuhnya dibebankan kepada pengajar. Sementara pengajarnya sendiri belum sepenuhnya konsentrasi di Madrasah karena sebagian dari mereka kondisi ekonominya belum mapan yang membuat mereka tak jarang pergi bekerja di kota untuk beberapa waktu.

Untuk menopang kebutuhan operasional, Madrasah masih mengandalkan iuran yang masih jauh dari mencukupi.

Pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan ATK, insentif 8 orang ustadz, dan kebutuhan operasional lainnya.

Kondisi tersebut diatas sangatlah jauh dari ideal , oleh karena itu kami masih sangat mengharapkan bantuan dari berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi demi peningkatan mutu pendidikan di Madin Al -Anwar.

e.  Perpustakaan Desa LENTERA

Lentera muncul dari rasa kepedulian dan ingin berbuat sesuatu untuk tanah kelahiran ( desa Tombo ), keadaan yang sangat memprihatinkan seperti hilangnya minat baca, kualitas pendidikan yang kurang serta rendahnya kreatifitas anak melahirkan masalah yang sangat membahayakan masa depan desa yaitu  besarnya tingkat urbanisasi, sebagian besar pemuda pergi kekota untuk mencari pekerjaan, mengakibatkan kurangnya sdm di desa padahal kita tau bahwa pemuda adalah tulang punggung bangsa, dengan kurangnya tenaga pemuda maka sulitlah untuk memajukan desa ini, jikalau para pemuda desa bisa mengelola sda yang ada serta memiliki suatu ketrampilan maka tidak perlu mengadu nasib kekota untuk mencari sesuap nasi. Dari urbnisasi tersebut ternyata melahirkan masalah lagi yang cukup memilukan yaitu terjadinya degradasi moral, mulai terkikisnya budaya ketimuran yang digantikan dengan budaya baru yang cenderung konsumtif serta melecehkan norma – norma social dan agama. Jika semua itu dibiarkan maka akan seperti apa besok wajah desa ini….

Maka akhirnya timbul keinginan untuk melakukan sesuatu yang dapat melawan gejala diatas, yaitu dengan mendirikan suatu perpustakaan desa yang diberi nama “ KEDAI BACA LENTERA”, KBL bukan Cuma perpustakaan biasa melainkan suatu “ruang public” yang diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat mengaksesnya, KBL selain sebagai gudang ilmu juga sebagai tempat diskusi, tempat pengembangan bakat dan kreatigfitas, serta sebagai tempat usaha bersama.

Diharapkan dengan adanya KBL dapat melahirkan anak – anak yang cerdas, kreatif dan kritis terhadap lingkungannya. Karena seperti apa wajah bangsa ini kelak ditangan mereka.

Susunan Pengelola Kedai Baca Lentera ;

Pelindung                          : Allah SWT

Penanggung jawab           : hati nurani

Lurah                                 : Kardi

Juru Tulis                          : Asih dan Ari

Tim Kreatif                        : Tarmujo, Anto, Juli, Afni, Budi, Dikin, Wiarto, Sukarsani, Syakur, Yanto, Kamsani, Ali, Olit, Waris, Syarif.

Sarana Dan Prasarana Yang Dimiliki

  1. Rak buku                                      : 3 Set
  2. Meja kursi                                     : 1 set
  3. Kartu anggota                               : 141 buah
  4. Buku registrasi                              : 2 buah
  5. Buku notulensi kegiatan               : 1 buah
  6. Mesin komputer                            : 1 set  ( Rusak )
  7. Ruang kegiatan ( Saung Lentera )
Perlengkapan Yang Dimiliki
  1. Buku Pelajaran Sekolah (SD s/d SMU)               : 300 buah
  2. Buku Pengetahuan Umum                                   : 95 buah
  3. Novel                                                                     : 24 buah
  4. Buku Fiksi                                                             : 50 buah
  5. Majalah                                                                 : 304 buah

Kegiatan Pengelolaan

a. Persiapan

  1. Persiapan penyajian buku, meliputi : pendataan buku, pemberian label kode buku, sampul buku, stempel, penempatan berdasarkan klasifikasi, dan lain-lain.
  2. Persiapan pelayanan anggota, meliputi : pembuatan kartu anggota, registrasi anggota, pembuatan buku sirkulasi, dan lain-lain.

b.  Pelaksanaan

Kegiatan pengelolaan TBM “LENTERA” dilaksanakan setiap hari selama satu minggu. Dibuka mulai jam 08.00 s/d 17.00 WIB, dan apa bila ada sesuatu hal ditutup dengan menuliskan pesan pada papan informasi.

c. Evaluasi

Evaluasi dilaksanakan satu bulan sekali pada awal bulan. Tujuannya untuk mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan kegitan TBM “LENTERA”  juga untuk mencari jalan keluar atau alternatif pemecahan masalah yang dihadapi.

d. Pelaksanaan

Pelaporan kegiatan dilakukan tiap jangka waktu tertentu kepada pihak-pihak terkait, yaitu : donatur buku, dinas pendidikan, kepala desa, dan masyaraakat.

Kegiatan Program

a. Orientasi / Pembekalan Pengurus

Untuk memberikan pemahaman atau pengertian kepada pengelola tentang kegiatan kepengelolaan perpustakaan, meliputi cara klasifikasi buku, pembuatan buku sirkulasi, disiplin administrasi, dan lain-lain. Dilaksanakan tiap setengah tahun sekali.

b. Orientasi / Pembekalan Anggota

Untuk memberikan pemahaman kepada anggota tentang maksud, tujuan, arah dan kaidah-kaidah yang ada dalam TBM “LENTERA” . dan dilaksanakan tiap setengah tahun sekali.

  1. c. Publikasi

Kebiatan publikasi yang telah dilakukan antara lain :

  1. Mengikuti kegiatan lokakarya dan seminar nasional “penyelamatan Kawasan Pegunungan Dieng “ sebagai peserta pameran dan dalam kepanitiaan di desa Tombo, 25-28 mei 2003.
  2. Mengikuti kegiatan dalam rangka memperingati hari anak Indonesia 2003 sebagai peserta pameran bekerja sama dengan pkbm Firdaus kecamatan bandar di semarang, 30 september – 5 Oktober 2003.
  3. Mengikuti kegiatan Batang expo 2003 sebagai peserta pameran di stand kecamatan bandar di     Batang.

iv.  Mengadakan kegiatan Out Bond bersama siswa MTs. Daarul Ishlah Bandar di desa tombo.

  1. Melakukan pendekatan-pendekatan kepada pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat secara intensif.
  1. d. Kerjasama

Kerjasama yang telah dilakukan sebagai berikut :

  1. Bekerja sama dengan perpustakaan Kalam di kelurahan Tegal Gundil Bogor, sebagai mitra kerja.
  2. Menjadi salah satu jaringan anggota relawan dan pengelola perpustakaan 1001 Buku melalui perpustakaan Kalam.
  3. Membantu proses pra perencanaan pembuatan perpustakaan di desa Pawuhan, Karang tengah. Banjarnegara.

iv.  Mengadakan studi banding pengelolaan perpustakaan di perpustakaan Sanggar Baca Bergema desa Patak Banteng  kecamatan Kejajar, Wonosobo.

  1. Bekerjasama dengan Sanggar Seni Kharisma Pekalongan dalam pengembangan usit usaha.

vi.  Bekerja sama dengan Geng Menglek ( kelompok kerja mebeler di desa Tombo ), Madin Dian Nafi’, dan beberapa Masyarakat dalam pengembangan unit usaha (koperasi Lentera).

  1. Bekerjasama dengan PKBM Firdaus dalam beberapa kegiatan seperti memperingati hari anak dan lain-lain.
  1. e. Sosial Kemasyarakatan dan Peduli Lingkungan

Dilakukan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan. Yang sudah dilakukan antara lain :

  1. Mengatur dan membagi beras zakat dari IRMUSBA untuk kaum Dhuafa’ di desa Tombo.
  2. Mengadakan kegiatan Peduli Lingkungan I “Menanam Pohon Pelindung Di Mata Air Siwedus” di desa Tombo. 22 Januari 2004.
  3. Mengadakan kegiatan peringatan HUT RI ke 60 didesa Tombo bekerjasama dengan Panitia Peringatan HUT RI desa Tombo dan perangkat desa.

iv.  Kegiatan Peduli Lingkungan II yang dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2005 di Mata Air Siwedus desa Tombo bersama dengan siswa-siswi MTs. Daarul Ishlah Bandar.

  1. Kegiatan Perpustakaan Kaget yang dilaksanakan  tiap hari Jum’at di  SD dan MI desa sekitar desa Tombo secara bergantian.

f. Unit Usaha

Unit usaha dilakukan dengan tujuan sebagai sarana pengembangan kreatifitas dan, peningkatan pendapatan dan mendukung pembiayaan operasional kegiatan Kedai Baca Lentera.

Unit usaha yang sekarang ini sedang dikembangkan adalah :

  1. Koperasi Lentera, menjual alat tulis menulis dan kebutuhan sehari-hari serta menerima pesanan pembuatan undangan, dan kaos. Koperasi ini bekerjasama dengan Madin Dian Nafi’ dan kelompok kerja tukang kayu dan tukang batu.
  2. Sanggar Kreasi Lentera, memproduksi berbagai macam souvenir kerajinan tangan.

Program Yang Akan Dilakukan :

Tujuan utama KBL adalah menciptakan bibit – bibit unggul yang nantinya menjadi tulang punggung desa ini, tetapi ternyata untuk mencapai cita – cita  tersebut masih mengalami hambatan dan tantangan serta program yang masih ada kekurangan serta kelemahan disana sini. Adapun tantangan dan hambatan tersebut melipiti :

  1. Regenerasi yang kurang lancar.
  2. Dukungan masyarakat yang masih kurang karena banyak masyarakat yang belum mengetahui apalagi paham terhadap visi, misi dan tujuan KBL.
  3. Belum memiliki sumber dana yang mapan.
  4. Belum ada sumber buku yang rutin.
  5. Masih semrawutnya administrasi karena lemahnya pengetahuan pengelola tentang administrasi perpustakaan.
  6. Belum bisa merangkul pemerintahan.
  7. Belum bisa merangkul pemuda tombo secara keseluruhan

Untuk menghadapi hambatan dan tantangan tersebut maka kami melakukan beberapa penambahan program ;

1.   Bekerja sama dengan MTs. Daarul Ishlah yaitu untuk menjadi pengurus harian KBL

2.  Menambah daya tarik lentera agar semakin banyak anggota lentera baik berupa kegiatan yang lebih inovatif maupun dengan penambahan sarana prasarana yang mendukung.

3. Mempererat hubungan dengan NGO yang sudah ada serta memperbanyak teman baik perorangan, organisasi dan pemerintahan.

4.  Pelatihan anggota TBM dalam hal administrasi perpustakaan.

5. Menginsentifkan pendekatan – pendekatan kepada masyarakat khususnya kaum muda.

6. Membuat suatu usaha bersama yang diharapkan selain untuk menopang kebutuhan KBL juga dapat menunjang ekonomi masyarakat umumnya dan anggota khususnya yang tujuan jangka panjangnya mengurangi urbanisasi.

Adapun bentuk kegiatannya :

1. Membuat sinkronisasi antara program MTs. Daarul Ishlah dengan lentera, sehingga pihak sekolahan dapat mengarahkan siswanya untuk ikut aktif pada kegiatan lentera serta menjadi pengurus harian lentera.

2.   Memperbanyak kegiatan out bond yang variatif

3.   Membuat sanggar kreasi.

4.  Nobar (nonton bareng ) acara edukasi yaitu dengan menyediakan TV dan CD player.

5.  Kegiatan social seperti peduli lingkungan, peringatan hari besar agama dan nasional yang bekerjasama dengan kaum muda ( Gondomono fc )

6.  Mengirim beberapa pengelola KBL untuk belajar administrasi perpustakaan di perpus daerah.

7.  Membuat koperasi tani ( paguyuban tani ), membuat kerajinan tangan, tanaman hias, dan kompos.

f. Forum Rembug Peduli Dhuafa’

Latar belakang.

Bermula dari gagasan pemuda desa mensikapi keadaan masyarakat akibat krisis ekonomi dan moral yang sedang terjadi.dampak dari krisis itu keluarga miskin dan yatim piatu semakin berada pada kondisi memprihatinkan. Masyarakat desa yang pekerjaaannya sebagian besar buruh tani dengan penghasilan rendah adalah golongan yang paling merasakan dampak krisis tersebut, dan mereka hanya bisa mempertahankan hidup dengan keadaaan sulit.

Berdasar keadaan perekonomian yang dibawah standar maka didesa dijumpai hal sebagai berikut:

–          masih ada warga yang belum mampu memenuhi kebutuhan pokok sandang pangan perumahan pendidikan dan kesehatan.

Melihat fenomena itu maka daar el nafi’ memandang perlunya sebuah wadah kegiatan guna meringankan beban hidup kaum dhuafa’. Pada tanggal 10/9/03 dengan dilandasi rasa kepedulian sosial kemanusiaan untuk membantu sesama dan dengan semangat  keIlahian terbentuk suatu wadah kegiatan yang diberi nama FRPD dg kepengurusa dan anggota sbg.

KEGIATAN YANG DILAKUKAN

  • Mendata keluarga kurang mampu.(KAUM DHUAFA’)
  • Memsosialisikan program frpd kepada masyarakat melalui ketua RT jamaah tahlil majelis taklim.
  • Menanggapi masukan dan saran dari masyarakat dengan adanya kegiatan frpd  dan mereka mendukung.
  • Membuat kesepakatan dengan masyarakat tentang bentuk bantuan dan waktu pemberiannya
  1. bentuk bantuan bisa uang sembako sesuai kemampuan.
  2. bantuan dikumpulkan oleh relawan frpd.
  3. penyaluran bantuan dilakukan setiap satu bulan sekali, tiap tanggal 10

sebagian besar bantuan berupa beras dengan perolehan mencapai 150kg jumlah penerima bantuan 25-30 orang sehingga setiap kk mendapat 5kg setiapbulan

  • · Mengadakan gotong royong rehab atau pembuatan ruman sederhana bagi yang membutuhkan,
    • Membuat laporan kerja kepada masyarakat

Hambatan

Internal:

  • kurang kooordinasi antar relawan sehingga kegiatan yang bersifat rutinitas menjadi terhambat
  • Seleksi alam sehingga jumlah relawan berkurang.

Luar:

  • Tidak adanya dukungan dari pemdes sehingga animo warga berubah.
  • Psikologis relawan melihat kebutuhan warga secara umum sehingga tidak tega menarik bantuan.
  • Adanya program pemerintah tentang BLT
  • Kenaikan harga sembako

g. Organisasi GONDOMONO

Organisasi GONDOMONO bermula dari sebuah organisasi klub sepakbola.Kegiatan utamanya adalah olahraga sepakbola, namun karena Karang Taruna tidak jalan dan pemuda di desa Tombo tidak ada kegiatan yang bersifat membangun mental maupun spiritual pemuda, akhirnya  melalui proses yang panjang GONDOMONO melakukan berbagai evaluasi internal organisasi dan menyusun kegiatan serta program untuk mengatasi berbagai masalah sosial yangterjadi di desa Tombo. Pepatah mengatakan “ Pemuda adalah tulang punggung Negara” ini mungkin yang menjadi pemicu perubahan mendasar pada organisasi GONDOMONO, yang akhirnya menjadi sebuah organisasi yang aktifitasnya adalah :

  1. Kegiatan Sosial
  2. Kegiatan Keagamaan
  3. Olahraga
  1. Kegiatan sosial

GONDOMONO selama tahun 2006 telah melakukan berbagai kegiatan sosial, yaitu membantu tenaga penggarapan pada program – program pembangunan desa, seperti Masjid, Musholla, Madrasah, Pondok Pesantren, pemugaran rumah, juga membantu pengusahaan dana bagi pasien di Rumah Sakit dari keluarga tidak mampu, biaya pemugaran rumah, serta bantuan terhadap bencana.

  1. Kegiatan Kegamaan

GONDOMONO selalu aktif dalam setiap kegaitan keagamaan didesa serta ada pengajian rutin yang dilakukan diinternal organisasi, yaitu setiap malam Sabtu. Pada malam Sabtu ini, selain pengajian rutin juga sebagai sarana untuk evaluasi kegiatan, saling tukar pikiran dan musyawarah sesama anggota. Kegiatan ini sangat efektif  karena disamping menghasilkan sesuatu yang berarti bagi organisasi dan kegiatan didesa, juga silaturrohim dan ukhuwwah semakin erat.

  1. Olah raga

Pada akhir akhir ini olehraga merupakan kegiatan yang tidak utama dalam GONDOMONO, hanya sebagai penyemangat para pemuda untuk berkumpul dan melakukan kegiatan yang sama. Kegiatan rutinnya adalah latihan rutin setiap hari Jum’at sore dan latih tanding dengan desa luar wilayah kecamatan dan kabupaten, itupun dilakukan secara temporer dan tidak terjadwal secara rapi.

Dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, GONDOMONO selalu bekerja sama dengan yayasan atau person yayasan karena memang yayasan juga mempunyai aktifitas kegiatan yangsama.

  1. Swausaha Pertanian dan Peternakan (produsen/produser)

Dari berbagai kegiatan yang dilakukanoleh lembaga- lembaga didesa Tombo ada sisi yang sama yaitu sebagai lembaga non profit dan lembaga sosial. Untuk memenuhi kebutuhan finansial dari lembaga – lembaga tersebut sementara ini masih mengandalkan swadaya masyarakat. Namun karena keterbatasan swadaya masyarakat dan belum adanya dukungan yang signifikan dari pihak pihak lain, seperti Pemerintah maupun lembaga – lembaga yang bergerak dalam bidang yang sama, Untuk memenuhi kebutuhan tersebut masih sangat kurang dan jauh dari harapan. Apalagi kian bertambah hari kebutuhan semakin banyak dan berbagai masalah sosial dimasyarakat terus terjadi, hal ini tentunya jika dibiarkan terus menerus akan berakibat sangat mengerikan, angka anak anak putus sekolah semakin tinggi, kemiskinan semakin banyak juga pengangguran akan semakin bertambah, dampak akhirnya adalah masalah krusial yaitu urbanisasi semakin menggila. Mengingat kondisi geografis dan sumber daya alam yang ada di Tombo, untuk mencoba mengatasi hal ini, mulai tahun 2006 yayasan DAAR eL NAFI’ merintis usaha, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan lembaga lembaga yangada di desa Tombo, yaitu dengan usaha Pertanian dan Peternakan. Kegiatan pertanian yang dilakuan oleh yayasan adalah dengan kriteria untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan kebutuhan jangkan panjang Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek adalah dengan cara menanam pohon jahe dan cabe, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan jangka penjang adalah dengan menanam pohon sengon, jarak dan pisang.

Kegiatan pertanian yangdilakukan yayasan ini ada di dua tempat, yaitu ;

a.  Dilahan milik perhutani, dengan pertimbangan selain untuk menajaga kelestarian ekosistem  hutan, juga dapat menjaga tanah rawan longsor, mempertahankan lahan penangkap serapan air hujan, dan karena system pertanian yangdikembangkan adalah pertanian organic, maka disisi lain dapat meningkatkan penghasilan petrnak didesa, jarena kebutuhan pupukkandang sangat tinggi.

b.  Dilahan milik masyarakat dengan system maro/ bagi hasil. Hal ini dilakukan karena yayasan untuk sementara ini belum memiliki lahan sendiri.

Di smping usaha pertanian, yayasan juga melakukan kegiatan usaha peternakan, yaitu peternakan ayam kampung, hal ini dengan pertimbangan bahwa kebutuhan daging dan telkur ayam kampung belum dapat terpenuhi.

  1. Kegiatan Penghimpunan Dana

Kegiatan ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan lembaga – lembaga yang ada serta sebagai kegiatan tanggap darurat, kegiatan yang telah dilakukanadalah :

    1. Menghimpun zakat, infaq dan shodaqoh dari para aghniya’
    2. Menghimpun dana dari donatur tetap
    3. menghimpun dana dari donatur tidak tetap, baik dilingkungan desa tombo mauun diluar desa Tombo
  1. Pelestarian dan Pengelolaan Lingkungan
  1. Pelestarian dan pengelolaan lingkungan merupakan bentuk tangung jawab bagi masyarakat desa Tombo. Kegiatan yang sudah dilakukan oleh yayasan DAAR eL NAFI’ bersama dengan masyarakat adalah mempetimbangkan agar fungsi dan manfaat alam dan lingkungan dapat dinikmati secara berkelanjutan. Pada perkembangannya , masyarakat melalui lembaga lembaga yang ada yaitu ; LMDH dan yayasan DAAR eL NAFI’ berusaha melakukan tindakan – tindakan  nyata berupa ; pemetaan daerah potensi rawan bahaya dan daerah potensi ekonomis. Penanaman tanaman yang diharapkan dapat dijadikan penyangga pada kawasan rawan longsor dan daerah tangkapan air, yaitu pertanian jenis tanaman keras yang menghasilkan serta bernilai ekonomi tinggi Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak (pemerintah dan perhutani) untuk ikut serta mendukung kegiatan yang telah dilakukan, serta menjalin kerjasama dengan masyarakat untuk memenuhi tujuan tersebut.

Alasan dilakukannya pelestarian lingkungan :

  • Segala sesuatu yang ada dialam adalah sebagai mitra kelangsungan hidup manusia maka menjadi kewajiban kita untuk melestarikannya.
  • Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah semua orang, karena kebaikan di suatu tempat akan menjadi kebaikan ditempat lain dan kerusakan di satu tempat akan berakibat buruk ditempat lain juga.

Diharapkan dampak dari kegiatan ini adalah terciptanya desa Tombo sebagai kawasan penyangga kebutuhan air,budaya,ilmu pengetahuan,tanaman obat, tanaman pangan,  maupun lainnya terhadap daerah – daerah  dibawahnya, serta menciptakan masyarakat yang mau dan peduli terhadap lingkungannya.

a.  Analisa Masalah

v      Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya fungsi dan manfaat hutan serta lingkungan disebabkan Sumber Daya Manusianya yang masih rendah

v      .

v      Kurangnya donatur dan orang orang yang peduli terhadap masalah pelestarian lingkungan  di Pedesaan, khususnya didesa Tombo

b. Akar Masalah

Rendahnya perhatian pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah – masalah       kerusakan sumber daya alam dan lingkungan

v      Masyarakat tidak terdidik untuk memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam desa karena keterbatasan ekonomi.

v      Belum adanya lembaga pendidikan / Sekolah yang memuat kurikulum tentang pengelolaan lingkungan , terutama pengelolaan sumber daya alam desa dan kawasan hutan.

Bentuk kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut adalah :

  1. penanaman lahan gundul dengan tanaman keras (pohon sengon, saman, suren)
  2. penanaman pohon di daerah aliran sungai (DAS) dengan tanaman non produktif, yaitu pohon beringin, karet, aren dan sejenisnya.
  3. penanaman pohon  didaerah mata air yang digunakan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat desa Tombo.
  4. kampanye perlindungan satwa liar
  5. kampanye tentang pegunaan air
  6. pengelolaan hutan secara arif, dengan cara mengembangkan pertanian organic, ramah lingkungan dan mempunyai damapak positif  bagi ekosistem hutan.
  7. mendirikan sekolah yang berbasis sumber daya alam desa.

Kegiatan pelestarian lingkungan ini dilakukan bukan tanpa alasan yang penting.  Namun mengingat bahwa keberadaan desa Tombo beserta hutannya merupakan kawasan penyangga bagi daerah daerah yang ada dibawahnya, sehingga ketika hutan dan lingkungan didesa Tombo rusak, maka dampak yang paling mengerikan adalah akan dirasakan oleh penduduk didaerah perkotaan, terutama kota Batang dan sekitarnya. Hal ini perlu disikapi bersama sehingga dengan adanya kerjasama yang positif dan saling menguntungkan maka tanah subur nan hijau, kicauan burung dan pemandangan yang indah tidak akan sekedar menjadi cerita bagi anak cucu mendatang, namun mereka juga ikut merasakannya.

  1. Sumber Daya Pendudukung Kegiatan / program yang telah dilakukan

Jika dihitung dengan angka pembiayaan  semua program maka akan terlihat sebagai berikut

  1. Swadaya Masyarakat 94%
  2. pihak luar 6%

PROGRAM KEDEPAN

a. Divisi Pendidikan

A. Pendahuluan

Untuk meningkatkan kualitas SDM khususnya yang ada di desa tombo dan sekitarnya dari usia muda sampai dengan lanjut maka kami pandang perlu adanya lembaga – lembaga pendidikan baik formal maupun informal. Dengan demikian kami berharap di desa kami semua unsur masyarakat dapat mengenyam pendidikan sesuai kapasitasnya.

Oleh karena itu kami berusaha sekuat tenaga dan fikiran untuk dapat merealisasikan  harapan tersebut. Adapun bentuk pendidikan yang telah dan Insya Alloh akan kami laksanakan adalah sebagai berikut :

–          Madrasah Diniyyah Dian Nafi’

–          Madrasah Diniyyah Al – Anwar

–          PKBM DAAR eL NAFI’

  1. TBM Lentera
  2. Kelompok Belajar Paket B Al – Afkaar
  3. Kelompok Belajar Paket A Al – Afkaar
  4. Keaksaraan Fungsional
  5. Kelompok Belajar Usaha / Life Skill / Magang / Kursus

–          Pondok pesantren Daarul Ishlah

–          MTs. Daarul Ishlah

–          SMA Alternatif Daarul Ishlah

–          Majlis Ta’lim

B. Rencana

Yayasan  mempunyai agenda besar dalam hal ini, yaitu menciptakan masyarakat desa Tombo yang terdidik serta agamis. Hal ini tentunya harus melalui jalan dan tahapan yang panjang. Sementara ini semua kegiatan pendidikan baru bisa berfokus pada pendidikan anak usia 7 sampai 15 tahun. Rencana kedepan mendirikan lembaga pendidikan atau kegiatan pembelajaran untuk anak anak usia pasca SLTP berupa kegiatan pendidikan alternatif sekaligus sebagai sanggar kegiatan pembekalan life skill. Untuk pendidikanbagi orang tua yayasan mempunyai dua program ;

  1. a. Pendidikan keagamaan (majlis ta’lim)
  2. b. Pendidikan tehnologi pertanian
  3. c. Pendidikan pengelolaan sumber daya alam secara umum
  4. d. Musyawarah rutin dengan masyarakat
  5. e. Penerbitan tabloid berita  desa

b. Divisi Sosial

1. Forum rembug peduli dhuafa’.

Cita-cita: pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Dengan cara: Mengadakan kegiatan sosial untuk membantu keluarga yang kurang mampu dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya baik materi ( sandang, pangan,perumahan)maupun bukan,(pendidikan, kesehatan)dengan memberdayakan gotong royong sebagai jalan keluarnya.

Program kedepan

Peran yayasan ; melihat gejala yang timbul di internal frpd maka perlu adanya perubahan pola dan teknis kerja pengkaderan rekrutmen sangat urgen.penguatan lembaga sampai betul betul frpd merupakan organisasi yang tangguh.

Membuat dan mecari tambahan sumber pendanaan program mengajak semua fihak yang paling bertanggung jawab atas kemiskinan untuk bekerjasama

2. Bantuan Kesempatan Sekolah bagi siswa dari keluarga tidak mampu

Kegiatan ini ada dua hal yang mendasar yaitu ;

  1. bantuan kepada santri / siswa yang belajar di lembaga pendidikan yang ada didesa Tombo
  2. bantuan kepada santri / siswa yang belajar kejenjang pendidikan diluar desa Tombo.

Bantuan yang dilakukan oleh yayasan bisa berupa mencari donatur, menempatkan siswa / santri pada lembaga pendidikan yang tepat, bantuan dorongan moral / support, pendekatan kepada orang tua siswa dan mencarikan teman yang dapat diajak kerjasama.

c. Divisi Usaha dalam rangka berperan aktif mengatasi masalah yang sedemikian kompleks DAR el Nafi melakukan  usaha- usaha dengan membangun  jaringan kerja (Net work ) dengan  komunitas yang sudahada dalam memberikan suport dan pemahaman dengan masyarakat akan arti penting pembangunan desanya yang tentunya banyak .aspek penting yang terlibat di dalamnya. Demi terwujudnya  pengelolaan sumber daya alam yang arif seimbang dan berkelanjutan hal ini di tempu karena adanya kecenderungan berpangsa pangsanya kegiatan di tiap-tiap komunitas     sinkronisasi mutlak dilakukan dari semua elemen masyarakat agar semua kegiatan Pendidikan.Sosial .Ekonomi dan keagamaan terintregrasi yang bermuara padapengelolaan sumber daya alam yang tidak berlebihan (Eksploitasi ) Dalam halini.. Pelaksanaan pengelolaan hutandi lingkungan Masyarakat Desa Hutan sering menimbulkan pandangan kontraversial .Kontraversi terjadi pada perbedaan antara .konsep pengelolaan hutan yang ideal dengan kenyatan pengelolaan pengelolaan hutan yang dilaksanakan misalnya perhutani dan lembaga-lembaga yang punya komitmen pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan dilain fihak ilegal logging masih saja terjadi demi menjaga dapur tetap Ngebul. Fenomena semacam ini .menjadi perhatianserius bagi kita semua untuk menolong  masyarakat yang membutuhkanpendukung kehidupannya dari hutan diperlukan tindakan-tindakan yang kongkrit. Misalnya penyadaran akan hak-hak pengelolaan hutan yang tentunya menjadi subsistem dari sistem ekonomi rakyat yang berbasis sumber daya alam.            .PEMBIAYAAN KEGIATAN .Kegiatan yang bersifat multi komplek dan terus .menerus memerlukan dukungan sarana .prasarana serta finansial yang memadai sebelum terbentuknya sistem ekonomi yang mandiriTantangan .berat yang menyangkut hajat hidup masyarakat miskin di pedesaan perubahan yang diharapkan meliputikepentingan Institusi maupun perorangan  dan komunitas masdyarakat.namun jalan .masih panjang sebelum Lembaga membentuk Divisi usaha  yang punya fungsi melakukanusaha –usaha untuk menopang semua lini kegiatan diantaranya  merintis Swausaha

A. Melakukan usaha mandiri (swa usaha) yang meliputi :

  1. Usaha Pertanian tanaman produksi dan tanaman pangan
  2. Usaha Peternakan ; penggemukan sapi, ayam kampung, perikanan
  3. Usaha pembuatan pupuk kompos
  4. Pembibitan tanaman hias
  5. Pelestarian lingkungan
    1. Masyarakat
    2. Lembaga – lembaga yang bergerak dalam bidangyang sama
    3. Pemrintah daerah
    4. DPRD
    5. Perguruan tinggi
    6. Personal

B kerjasama dengan stake holder

Kerjasama yang akan dibangun adalah sangat multi, bisa meliputi : dukungan moril, penguatan kelembagaan, pambuatan hukum / aturan, tenaga lapangan, dukungan sumber dana, dukungan pengadaan sarana dan fasilitas kegiatan, promosi kegiatan,dll.

Rincian dari bentuk kerjasama adalah sebagai berikut :

1. Masyarakat

Masyarakat merupakan subyek dan obyek semua kegiatan, dari mereka semua kegiatan ini ada, dan untuk merekea pula nanti hasilnya, maka harapannya masyarakat bisa menjadi orangtua, teman ataupun tempat mengadu dari semua keluh kesah yayasan, pada intinya dukungan moril dan sarana serta fasilitas dari masyarakat sangat kami harapkan.

2 Lembaga-lembaga yang bergerak dalam bidang yang sama

Dukungan dari lembaga lembaga ini bisa berupa informasi kegiatan, informasi peluang, gukungan motifasi, dukungan promosi serta penguatan organisasi.

3 Pemerintah daerah atau Pemerintah Pusat

Karena pemerintah merupakan lembaga yang paling bertanggung jawab atas semua kegiatan yang ada diwilayahnya, maka dalam hal ini yangdiharapakan adalah dukungan legalitas kegiatan, dukungan sumber dana, dukungan sarana prasarana serta fasilitas dan Pemrintah dapat menjadikan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat desa ini merupakan contoh dalam melakukan program pembangunan, sehingga tidak ada lagi ketimpangan sosial antara masyarakat kota dengan masyarakat desa, serta pengelolaan sumber daya alam desa tidak lagi dikuasai oleh individu individu yang banyak duit saja.

4 DPRD

Dukungan yang diharapkan dari para bapak bapak wakil rakyat ini adalah berupa promosi kegiatan kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah pusat, dukungan resmi lembaga, serta klebijakan yang mengarah kepada perlindungan dan pemenuhan hak hak rakyat kecil.

5 Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi merupakan pusat kegiatan disiplin keilmuan baik tentang ilmu sosial, ilmu pemerintahan maupun ilmu hukum, dalam hal ini yangdiharapkan perguruan tinggi dapat mengkaji secara ilmiah kegiatan yangdilakukan oleh masyarakat desa tombo serta dapat membantu dalam kegiatan promosi denganb harapan bahawa kegiatan ini dapat dijadikan salah satu pilot project kajian perguruan tinggi dalam malihat perubahan yang ingin dilakukan oleh masyarakat  desa.

6 Personal

Personal dalam hal ini dimaksudkan adalah berupa bantuan kegaitan yang tidak mengikat dari siapapun dan tidakada kepentingan apapun kecuali demi kesejahteraan rakyat kecil, terumtama masyarakat desa.

PENUTUP

A. Desa Tombo dan Realitanya….

Segala sesuatu yang kini masih carut marut tak karuan ,semuanya tak ada, walaupun sebenarnya ada cuma belum dikelola.biarlah menjadi motifasi sekelompok anak desa unt.uk berbuat sesuatu pula.kebodohan ,kemiskinan, ketertinggalan,kerusakan alam,kini sedang terjadi, namun ada juga semangat dan lubang jarum untuk keluar dari kemelut. Masih ada juga tubuh-tubuh kurus yang gemuk impiannya. Tak ada tempat dibelahan bumi manapun yang mampu memenjarakan ruh dan semangat* baehaqi dalam geliat rakyat2002

B. Cita cita orang Desa

Berawal dari desa dan dari orang desa  negara akan tumbuh dan berkembang karena disamping desa merupakan wilayah terbesar di Indonesia juga merupakan tulang punggung dalam melestarikan lingkungan. Namun yang masih disayangkan anak – anak desa sedikit sekali yang mempunyai kesempatan untuk tampil sebagai pioneer dalam pembangunan.

Kawasan pedesaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian , termasuk pengelolaan sumber daya alam (hutan dan air), dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Desa menjadi salah satu media strategis untuk mengawali semuanya, karena saat ini (era otonomi daerah) desa sebenarnya menempati posisi paling strategis dan diuntungkan, jika dan hanya jika desa mampu menggunakannya.

Alat yang paling menarik untuk menempatkan desa sebagai pilar utama dalam penyelamatan masa depan bangsa  adalah Sumber Daya Manusia desa yang kompeten dan berwawasan luas, sehingga pendidikan merupakan bagian pokok dari semua proses yang tidak bisa dikesampingkan dan ditinggalkan.

Kekayaan alam dan potensi ini tidak akan menjadi sebuah kekayaan atau hanya akan menjadi sebuah cerita saja jika tidak ada pengelolaan yang serius, dalam arti pengelolaan yang arif dan berkesinambungan.

Harapan orang desa juga tidak terlalu muluk muluk, hanya ingin hutan yang begitu banyak menyimpan kekayaan dapat dikelola oleh masyarakat desa sebagai orang yang paling tahu hutannya sendiri dan paling pertama yang merasakan dampaknya, tidak ada lagi intervensi dari pihak luar yang ingin mengambil keuntungan dalam hal pengelolaan hutan ini. Juga ingin bahwa orang desa mampu menentukan kebijakan yang berhubungan dengan sumber daya desa. Dengan pengelolaan sumber daya alam desa yang luar biasa ini orang desa punya harapan ekonomi  masyarakat dapat membaik sehingga masalah masalah ekonomi dan sosial sedikit demi seeikit akan teratasi. Dengan ekonomi yang membaik tentunya kesempatan anak anak desa untuk mengenyam pendidikan yang baikpun akan terpenuhi. Sumber Daya Manusia yang terdidik dan berwawasan tentunya akan .berdampak pada sikap dan perilaku pergaulan dimasyarakat yang harmonis. Tidakada lagi perbedaan kasta dan .pangkat sebagai ukuran kelas dalam masyarakat. Budaya “inggih” akan hilang dan semua menghargai semua.

a. Pengelolaan Sumber Daya Alam

Orang desa berperan dan sebagai pelaku utama dalam perencanaan sekaligus pemanfaatan pembangunan pengelolaan sumber daya yang ada didesa.

b. Kegiatan Sosial dan Lingkungan

Masyarakat mau peduli terhadap lingkungannya, kesenjangan ekonomi dan pendidikan tidak ada lagi, serta terciptanya iklim masyarakat desa yang aktif dalam semua kegiatan pembangunan sosial dan peduli lingkungan. Desa Tombo akan menjadi sebuah desa yang tidak hilang budaya “desa”nya namun tidak “ndeso”.

c. Pendidikan

Semakin berkembangnya Sekolah yang dikelola rakyat yang berbasis pada sumber daya alam desa sehingga lulusannya dapat mempunyai pengetahuan yang dapat diterapkan dan digunakan didesa.

Sehingga hasil yang didapatkan adalah :

q       Tercipta kader yang memahami dan mampu mengelola desa dan mengelola sumber daya alam secara berkesinambungan.

q       Berbekal pengetahuan dan pemahaman tentang desa maka Pertanian, lembaga desa, hutan dan sumber daya lainnya dapat dikelola secara lestari.

C. Sesuatu yang telah dilakukan oleh Orang Desa…

…………

Inilah sebuah gambaran kecil tentang desa Tombo dengan segala keanekaragamannya, tentunya ini belum bisa menggambarakan keadaan desa Tombo secara utuh dan lengkap, namun semoga buku ini dapat bermanfaat untuk kita dan anak cucu mendatang. Buku ini juga akan menjadi sebuah koleksi belaka bagi pembacanya, jika kita tidak ada respon positif dan mulai melakukan sesuatu yang dapat kita lakukan mulai sekarang…..

Mts as syururoon .Nggarut

Cara belajarsiswa:jumlah mata pelajaran terbatas terintegrasi lebih mengutamakan musyawarah siswa untuk menangkap intisari pelajaran, presentasi kesimpulan belajar. Kemandirian siswa adalah target belajar.

Kepengurusan     : klasik dan sangat sederhana

Pengajar               : relawan

Sumber dana        :kemandirian

Dukungan            :masyarakat

Q t     :

Pengembangan bakat dan keberanian belajar(riset oleh siswa)

MTs n malang   :

Ngaji Al-Qur`an setiap hari oleh siswa dan guru hubungan sekolah dengan walimurid

  1. Pendapatan perekonomian meningkatKesejahteraan dan kemakmuran  terwujud
  2. untuk pembiayaan program lain

Peternakan :

  1. Pemanfaatan lahan tidur
  2. menambah lahan kerja
  3. penyedia bahan makanan
  4. untuk pembiayaan program

Dampak program pertanian dan peternakan

Kedua program saling menguntungkan dan keterkaitan; pertanian tidak bisa meninggalkan peternakan karena pertanian butuh pupuk.pertanian menyediakan bahan pakan bagi ternak, ternak menyediakan pupuk bagi pertanian.

Dampak langsung bagi program lain adalah sewaktu sewaktu program ini berhasil maka program lain yang membutuhkan bahan baku atau pasokan logistik dari programusaha maka tidak ada kesulitan lgi pada program pendidikan ,sosial, kemanusiaan, lingkungan, tercukupi dalam hal pembiayaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s